Raya and the Last Dragon (2021), Film Animasi Fantasi yang Indah

"Raya and the Last Dragon" akan menceritakan Raya dan seekor naga bernama Sisu yang mencoba mengumpulkan permata naga untuk menyelamatkan dunia.
Raya and the Last Dragon (2021), Film Animasi Fantasi yang Indah.jpg

"Raya and the Last Dragon" adalah sebuah animasi bergenre fantasi dan aksi yang disutradarai oleh Don Hall serta Carlos Lopez Estrada. Don adalah sutradara dari "Big Hero 6". Sementara di jajaran penulisnya ada Qui Nguyen dan Adele Lim. Awalnya, film ini akan dirilis pada 25 November 2020, namun karena pandemi COVID-19, tanggal rilis "Raya and the Last Dragon" dipindahkan ke 5 Maret 2021. Film berdurasi 1 jam 41 menit ini tayang di bioskop dan layanan streaming Disney+. Untuk para pengisi suaranya ada Kelly Marie Tran, Awkwafina, Izaac Wang, Gemma Chan, Daniel Dae Kim, Benedict Wong dan masih banyak lagi.

"Raya and the Last Dragon" menjadi feature film ke-62 Disney dan juga menjadi film non-sequel pertama mereka semenjak "Moana" yang dirilis pada 2016. Film ini juga menjadi film ke-9 Disney yang tidak diadaptasi dari karya apapun sebelumnya, jadi bisa dibilang "Raya and the Last Dragon" ini adalah film yang fresh. Nyatanya, apakah film ini memang menyuguhkan sesuatu yang baru?

Sinopsis: Setelah permata naga pecah menjadi beberapa bagian, makhluk mengerikan yang bisa mengubah makhluk lainnya menjadi batu kini bangkit kembali. Seorang perempuan bernama Raya (Kelly Marie Tran) mencoba mencari sang naga terkahir, Sisu (Awkwafina), dan mengumpulkan semua kepingan permata naga untuk memperbaiki keadaan.

Review No Spoiler!

"Raya and the Last Dragon" mendapatkan rating PG dari MPAA jadi film ini dibuat sebagai hiburan untuk anak-anak. Plot cepat yang disajikan film ini akan membuat anak-anak betah dan tidak bosan menontonnya. Tidak ada adegan yang mencoba membuang-buang durasi. Meskipun cepat namun plotnya terjalin rapi, tidak ada perpindahan scene yang terasa dipaksakan. Semuanya berjalan dengan sangat baik. Latar belakang konflik yang diceritakan di awal fïlm juga sangat baik sekali, singkat, padat dan jelas.

Perjalanan Raya mengumpulkan permata naga sangatlah menghibur. Film ini berhasil fokus ke plot utama yang dibawa sejak awal film namun juga tidak monoton karena petualangan Raya mengumpulkan satu per satu permata naga ditampilkan dengan menarik dan kadang tidak mudah ditebak.

Film ini punya pesan moral yang indah. "Raya and the Last Dragon" ini membawa isu tentang persatuan dan saling mempercayai satu sama lain. Pesan moral ini sangat jelas diperlihatkan dan terus jadi bahan perbincangan para karakternya dari awal sampai akhir film. Agak naif sih, tapi siapa yang tahu dengan saling mempercayai persatuan akan terjadi.

Entah kenapa pesan ini terasa relate bagi kita rakyat Indonesia karena Indonesia punya semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. "Raya and the Last Dragon" berhasil membawakan pesan tersebut dengan ringan dan mudah ditangkap bahkan untuk anak-anak sekalipun, kita tidak perlu pemahaman terlalu jauh agar bisa menangkap pesan yang coba disampaikan film ini.

Meskipun berisi pesan moral yang luar biasa, "Raya and the Last Dragon" tidak melupakan jati dirinya sebagai film animasi anak-anak. Film ini banyak diisi humor-humor yang lumayan seru dan saya tak akan menyangkal jika saya memang merasa terhibur dengan humor di film ini. Agak unik dan nyeleneh mungkin, naga yang diawal dianggap sebagai naga pahlawan yang agung eh ternyata kelakuannya kocak. Kelucuan lainnya juga datang dari berbagai karakter di film ini, seperti si kecil Noi dan kelompok monyetnya yang bikin gemes-gemes gimana gituh.

Dengan adanya film ini, Raya menjadi putri ke-13 dalam jajaran Putri Disney. Menariknya, ia merupakan Disney Princess ke-4 yang tidak memiliki love interest, tiga lainnya adalah Merida, Elsa dan Moana. Ya, "Raya and the Last Dragon" tidak memperlihatkan unsur romansa percintaan di filmnya. Ini bagus, saya lebih suka yang seperti ini. Sebenarnya tidak menjadi masalah kalau tontonan yang bukan genre romance memasukkan unsur percintaan di dalamnya, asalkan porsi dan penyajiannya diperhitungkan, karena bukan sekali dua kali saya menjumpai tontonan yang pada dasarnya bukan genre romance dan di dalamnya terdapat unsur perbucinan yang mengganggu.

Soal kualitas animasi rasanya kalau buatan Disney memang tak perlu diperdebatkan lagi, pokoknya bagus banget dan berhasil menggambarkan negeri fantasi yang indah. Tak lupa desain karakternya juga akan disukai anak-anak. Sementara untuk musik juga bekerja sesuai fungsinya apalagi di momen-momen epik dan mendebarkan, musiknya semakin menguatkan nuansa tersebut.

Hal yang paling banyak dibicarakan orang-orang tentang film "Raya and the Last Dragon" ini adalah unsur-unsur Asia Tenggara yang dibawanya, termasuk Indonesia. Disney memang menjadikan Asia Tenggara sebagai inspirasi dalam membuat animasi yang satu ini. Tim produksi "Raya and the Last Dragon" melakukan perjalanan ke Laos, Vietnam, Thailand, Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya untuk mencari ide pembuatan latar belakang serta tampilan negeri Kumandra yang ada di film ini. Wayang kulit, keris, kostum prajurit, makanan sampai pakaian khas Indonesia ada di film ini. Kulit beberapa karakter yang berwarna sawo matang juga menggambarkan warna kulit kebanyakan orang Asia Tenggara. Gaya bertarung raya juga terinspirasi dari seni bela diri asal Indonesia yakni Pencak Silat sementara gaya bertarung Namaari adalah Muay Thai dari Thailand. Namun, meskipun menjadikan Asia Tenggara sebagai sumber inspirasi dari berbagai hal di film ini, anehnya pengisi suaranya justru kebanyakan dari orang-orang keturunan Asia Timur. Ya, enggak jadi masalah besar sih.

Overall, "Raya and the Last Dragon" adalah tontonan semua umur baik itu anak-anak maupun orang dewasa sekalipun. Ceritanya yang cepat namun tersusun rapi sangat bisa dinikmati. Keindahan visual animasi kelas atas semakin indah dengan pesan moral yang dibawanya. Unsur-unsur Asia Tenggara yang ada di film ini sedikitnya membuat "Raya and the Last Dragon" terasa lebih dekat dengan kehidupan kita sebagai orang Asia Tenggara.

Nilai: 9/10

Keywords: Review & Ulasan Film Raya and the Last Dragon (2021), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Sinopsis, Full Movie Download Subtitle Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, apakah raya and the last dragon ada di disney+ hotstar, adalah, disney plus