Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Review dan Sinopsis Film Ben Is Back (2018)

Review dan Sinopsis Film Ben Is Back (2018).jpg

Trailer

Gambar

Sinopsis

Ben (Lucas Hedges), seorang mantan pecandu narkoba yang kini sedang menjalani rehab pulang ke rumahnya untuk merayakan Natal bersama keluarganya. Namun, semuanya tentu saja tak berjalan baik-baik saja. Ben harus berurusan dengan masalah dari masa lalunya ketika pulang.

Review

Perhatian, review mungkin mengandung spoiler!

"Ben Is Back" adalah sebuah film drama yang disutradarai dan ditulis oleh Peter Hedges. Ia pernah menjadi nominasi dalam kategori Best Adapted Screenplay di ajang Academy Award lewat film "About a Boy". Menariknya, di jajaran pemain utamanya ada Lucas Hedges, dia adalah putra dari sang sutradara. Awalnya Peter Hedges tidak pernah punya rencana untuk menjadikan anaknya sebagai salah satu pemain di film ini sampai ia dipaksa oleh pemeran utama lainnya yakni Julia Roberts. Roberts menginginkan Lucas Hedges sebagai pemain setelah ia melihat penampilannya di "Manchester by the Sea". Selain Lucas Hedges dan Julia Roberts, ada juga nama Kathryn Newton yang menjadi pemain di film ini. "Ben Is Back" menandai kolaborasi untuk ketiga kalinya antara Lucas Hedges dan Kathryn Newton setelah sebelumnya mereka sama-sama bermain di film "Lady Bird" dan "Three Billboards Outside Ebbing, Missouri".

"Ben Is Back" diproduksi oleh Black Bear Pictures, 30WEST, dan Color Force. Film yang berdurasi 1 jam 43 menit ini dirilis pada 7 Desember 2018. "Ben Is Back" mendapatkan respon yang positif dan dipuji berkat performa apik Lucas Hedges dan Julia Roberts, namun dari segi pendapatan film ini bisa dibilang gagal karena hanya menghasilkan $12 juta sementara budget-nya mencapai $13 juta. Meskipun gagal secara komersial, "Ben Is Back" mendapatkan penilaian yang lumayan di berbagai situs. Di IMDb, "Ben Is Back" mendapatkan rating 6,7/10 dari sekitar 20 ribu ulasan, di Metacritic mendapatkan 66 Metascore dari 39 ulasan, sementara di Rotten Tomatoes mendapatkan 81 % Tomatometer dari 221 review.

Meskipun tidak memperlihatkan adegan yang terlalu sadis maupun adegan seks, "Ben Is Back" tetap mendapatkan rating usia R, mungkin karena penggunaan obat-obatan. Jadi, ini bukanlah tontonan untuk semua kalangan maupun untuk ditonton bersama keluarga, kecuali keluarga kalian semuanya sudah dewasa.

"Ben Is Back" adalah sebuah tontonan yang berhasil memberikan kita hubungan ibu-anak yang spesial. Bagaimana rasa cinta, kepedulian, dan kekhawatiran sosok seorang ibu pada anaknya diperlihatkan dengan sangat natural di film ini. Meskipun si anak melakukan berbagai kesalahan yang terasa fatal, si ibu tetap mendampinginya dan memberikan proteksi lebih. Jika kalian sudah dewasa, maka saya rasa tontonan ini bisa dijadikan pilihan untuk ditonton di Hari Ibu, mengingat isu yang dibawanya memang cocoknya untuk orang dewasa bukan anak-anak.

Film ini juga sukses menyajikan masa lalu Ben lewat berbagai dialog tanpa adanya adegan flashback. Meskipun begitu, hal ini tidak membosankan sama sekali. Pendekatannya terasa ciamik, kita diajak mengenal sosok Ben sekadar lewat dialog namun tidak menjadi kekurangan sedikitpun pada pengembangan karakternya.

Namun, "Ben Is Back" tidaklah sempurna 100% secara cerita. Penyelasain konfliknya terasa kurang, bukan berarti jelek, hanya saja lewat plot yang dibangun cukup baik sepanjang durasi film, konklusi di akhir rasanya tidak begitu memuaskan bagi saya pribadi.

Kualitas akting kedua pemeran utamanya yakni Julia Roberts dan Lucas Hedges benar-benar membuat film ini semakin berkesan. Julia Roberts berhasil memerankan karakter ibu yang protektif pada anaknya, ia tidak mau kecolongan lagi. Ia tidak peduli lagi jika ia disebut terlalu mengekang putranya, yang ia tahu kini adalah mengawasi putranya agar tidak tersesat lagi di jalan yang salah. Akting Julia Roberts sangat meyakinkan memerankan karakter tersebut. Pun begitu untuk Lucas Hedges, aktingnya juga tak kalah meyakinkan sebagai karakter mantan pecandu narkoba. Namun, ia juga memiliki berbagai kebimbangan dalam dirinya, apakah ia benar-benar bisa sembuh atau tidak. Kombinasi keduanya sangat layak mendapatkan apresiasi tinggi.

Sayangnya, dari visual dan musik tidak begitu spesial. Bukan berarti jelek, hanya saja tidak ada keunggulan menonjol dari bagian departemen ini, hanya mencapai tahap baik-baik saja.

"Ben Is Back" membawakan kita sajian dua hal yang menarik, kasih tulus seorang ibu dan bahaya soal narkoba. Dua hal yang berhasil dipadukan dengan apik di film ini, menjadikan "Ben Is Back" bermakna cukup dalam dan untuk sebagian orang yang sedang berjuang menghadapi ketergantungan pada obat-obatan, film ini akan terasa semakin spesial.

Overall, "Ben Is Back" membawakan kita sebuah tontonan hubungan ibu-anak yang sangat layak ditonton di Hari Ibu, dengan catatan khusus orang dewasa saja. Perpaduan akting kelas atas kedua pemerannya membuat film ini semakin meyakinkan dalam menyuguhkan ceritanya. Meskipun dari segi visual dan musik biasa saja, tapi makna serta pesan mendalam yang dibawanya akan membuat film ini sangat bisa diterima, apalagi untuk orang-orang tertentu yang mengalami kondisi serupa.

Rating: 7/10

Untuk kalian yang suka menonton film di ponsel smartphone, tentu kalian membutuhkan earphone/headset dengan kualitas yang mamadai agar pengalaman menonton kalian semakin maksimal. Cek link di bawah ini untuk melihat rekomendasi earphone/headset terbaik dengan harga yang murah!
- Rekomendasi Headset/Earphone Terbaik & Termurah Untuk Ponsel

Keywords: Review & Ulasan Sinopsis Alur Cerita Film Ben Is Back (2018), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Full Movie Download Subtitle Bahasa Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, LK21, Pahe, HBO Max Go, Netflix, Disney Plus Hotstar

Posting Komentar untuk "Review dan Sinopsis Film Ben Is Back (2018)"

close