Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Zack Snyder's Justice League (2021), Memang Lebih Baik tapi Bukan Berarti Tanpa Kekurangan

Zack Snyder's Justice League (2021), Memang Lebih Baik tapi Bukan Berarti Tanpa Kekurangan.jpg

Seperti yang kita tahu, film "Justice League" yang dirilis pada 2017 lalu mendapatkan respons yang buruk baik dari para kritikus ataupun penonton secara umum. Tak aneh, produksi film tersebut memang bermasalah. Sang sutradara, Zack Snyder, mengundurkan diri karena putrinya yakni Autumn Snyder meninggal dunia. Setelah pengunduran dirinya, Joss Whedon masuk sebagai sutradara menggantikan Snyder. Sayangnya, Whedon kabarnya merombak habis-habisan visi yang diusung Snyder di awal. Hal itu membuat "Justice League" tampil sangat kacau, alhasil para penggemar mengamuk dan meminta "Justice League" versi awal yang dibuat Snyder dirilis. Para penggemar yakin versi Snyder lebih pantas ditonton dibanding versi Whedon yang tayang di bioskop.

Hasilnya, "Zack Snyder's Justice League" dirilis pada 18 Maret 2021 di layanan streaming HBO Max dan HBO GO. Apakah versi Snyder memang lebih baik dari versi Whedon atau sama saja?

Sinopsis: Setelah kematian Superman (Henry Cavill), terjadi sebuah invasi yang dipimpin alien bernama Steppenwolf (Ciarán Hinds). Invasi tersebut bertujuan untuk mengumpulkan Mother Boxes dan menghancurkan Bumi. Batman (Ben Affleck) mencoba mencegahnya dengan mengumpulkan semua superhero yang ada.

Review No Spoiler

Sebenarnya garis besar cerita "Zack Snyder's Justice League" masih sama dengan "Justice League" yang tayang di bioskop pada 2017 lalu. Ceritanya masih tentang Batman yang mencoba mengumpulkan orang-orang dengan kekuatan super dalam upayanya menghentikan aksi Steppenwolf mengumpulkan Mother Boxes untuk menghancurkan Bumi. Film ini bukanlah merubah versi Whedon dulu, tapi lebih ke memperbaiki.

Perbedaan yang paling kentara di antara versi keduanya adalah durasi. Versi Snyder memiliki durasi yang lebih panjang bahkan bisa dibilang sangat panjang. Berbicara soal durasi, ini menjadi film terpanjang untuk semua pemain yang bermain di film ini, juga menjadi film super hero terpanjang yang pernah dibuat, mengalahkan "Avengers: Endgame" yang memiliki durasi sekitar 3 jam 1 menit, sementara "Zack Snyder's Justice League" ini memiliki durasi 4 jam 2 menit. Untuk apa sebenarnya durasi panjang ini?

Dengan durasi yang lebih panjang, pengembangan setiap karakater jadi lebih terasa. Karakter-karakter seperti Aquaman, The Flash dan Cyborg jadi punya porsi lebih untuk menceritakan tentang siapa mereka. Terutama untuk Cyborg, saya sebagai orang yang bukan penggemar komik DC tentu tidak kenal dengan super hero yang satu ini. Di versi 2017 lalu saya bahkan sempat kebingungan, ini siapa, kesannya tiba-tiba muncul aja gituh. Sementara di versi Snyder, pengembangan karakter Cyborg disajikan dengan sangat baik, dari mulai siapa dia sebelum jadi Cyborg sampai kekuatannya juga lebih terekspose. Tak salah Snyder bilang kalau Cyborg itu 'heart of the movie' di film ini.

Bagi sebagian orang mungkin ada yang sudah malas menonton setelah melihat durasinya yang sampai 4 jam tapi saya berani bilang kalau durasi 4 jam ini memang sangat perlu kalau tujuannya memang memperbaiki "Justice League" 2017 yang ampas.

Pertarungan di akhir juga terlihat lebih seru, semua super hero seperti punya peran penting disini, meskipun ya tetap saja si Superman ini selalu terlihat terlalu OP. Saya tidak terlalu suka hal ini.

Untuk humor, sebenarnya "Zack Snyder's Justice League" mencoba tidak terlalu tampil dark dengan menyelipkan beberapa jokes. Hasilnya, ada yang lumayan kena ada juga yang terlihat cringe. Tak apalah, ada humornya aja udah syukur.

Yang saya kurang suka dari "Zack Snyder's Justice League" adalah kesan sok epik yang diberikan di awal film. Setelah menonton "Wonder Women 1984", saya jadi kurang suka dengan karakter super hero Wonder Women dan setelah saya menonton "Zack Snyder's Justice League" rasa tidak suka saya semakin menjadi-jadi. Entah kenapa agak gimana gituh lihat si Wonder Women sok epik nyelamatin orang-orang, ditambah ceramah no jutsu-nya yang ganggu banget di "Wonder Women 1984" ternyata juga ada disini.

Di jajaran pemainnya, "Zack Snyder's Justice League" diisi nama-nama mentereng, ada enam peraih penghargaan Oscar dan empat peraih nominasi Oscar di film ini. Sayangnya, karena kebanyakan bintang seperti ini dan naskahnya seperti mencoba memberikan porsi yang seimbang di tiap karakter maka tak heran tidak ada pemain yang tampak tampil luar biasa di film ini, semuanya hanya menyentuh level baik-baik saja.

Yang sangat saya sayangkan dari "Zack Snyder's Justice League" adalah visualnya yang terkesan tidak maksimal. Banyak ditemukan CGI kasar di film ini. Tapi, harus saya akui penampilan Steppenwolf disini jauh lebih bagus daripada di versi 2017. Selain itu, banyak adegan slow-motion mungkin bisa mengganggu untuk sebagian orang. Hal lainnya yang banyak dibicarakan orang terkait film ini adalah rasio layar yang kotak, berbeda dengan kebanyakan film yang menggunakan rasio layar melebar. Kalau masalah slow-motion dan rasio layar kotak ini saya rasa kembali ke selera masing-masing, apakah nyaman dengan kedua hal tersebut atau justru merasa terganggu. Tapi, jujur bagi saya kedua hal tersebut bukan menjadi masalah yang berarti.

Overall, "Zack Snyder's Justice League" memang memperbaiki versi 2017 yang mengecewakan namun tetap ada celah di film ini. Secara kualitas plot cerita meningkat tajam sementara dalam hal visual tetap ada plus minusnya.

Nilai: 7/10

Keywords: Review & Ulasan Film Zack Snyder's Justice League (2021), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Sinopsis, Full Movie Download Subtitle Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, webrip.x264, action adventure fantasy sci-fi, darkseid, joker, apa itu zack snyder justice league, box office, amazon prime, aspect ratio

Posting Komentar untuk "Zack Snyder's Justice League (2021), Memang Lebih Baik tapi Bukan Berarti Tanpa Kekurangan"