Manakah yang Terbaik Bagi Donny van de Beek, Bertahan atau Pergi?

VdB menunjukkan performa yang kurang meyakinkan dan mendapatkan kesempatan bermain yang sedikit saat berseragam Manchester United, haruskah ia pergi?
Manakah yang Terbaik Bagi Donny van de Beek, Bertahan atau Pergi?.jpg

Menjelang setiap bursa transfer baik itu musim panas atau dingin pasti ada pembicaraan mengenai pemain yang memiliki peluang untuk pergi dari klubnya, untuk Manchester United ada nama Van de Beek (VdB). Ia menjadi salah satu pemain Manchester United yang kemungkinan akan hengkang di bursa transfer musim dingin nanti.

Pemain yang memiliki nama panjang Donny van de Beek ini datang ke Manchester United pada bursa transfer musim panas 2020, tepatnya pada bulan September. Ia didatangkan dengan harga Rp677,88 miliar, menurut data dari Transfermarkt. Harga yang memang tidak murah dan dengan harga tersebut datang sebuah ekspektasi besar kalau VdB bisa bersinar di Manchester United. Kedatangannya semakin terasa spesial saat Van der Saar, salah satu legenda Manchester United yang saat ini menjadi CEO di Ajax (klub VdB sebelumnya), mengirimkan surat terbuka kepada para penggemar Manchester United terkait kepindahan VdB.

Sempat mencetak gol di laga debutnya, sayangnya setelah itu VdB tampak kesulitan menunjukkan permainan terbaiknya di Manchester United. Sampai saat postingan ini ditulis, VdB sudah bermain sebanyak 39 kali di semua ajang dan hanya mencetak 1 gol serta 2 assist. Ia kerap tak masuk dalam line-up utama yang diusung Ole Gunnar Solksjaer (OGS) dan hanya masuk sebagai pemain pengganti.

Ini tentu mengecewakan karena VdB di Ajax adalah pemain inti dan berkontribusi besar pada permainan Ajax. Lantas kenapa di Manchester United VdB tidak kunjung menemukan permainan terbaiknya seperti di Ajax dulu? Minimnya kesempatan bermain menjadi faktor utama. Berbicara soal kesempatan bermain ini memang sulit. Posisi VdB adalah gelandang yang lebih condong ke menyerang dimana di Manchester United ada sosok Bruno Fernandes yang sedang on fire dan rasa-rasanya untuk menggeser Bruno dari line-up utama itu sangat sulit. VdB hanya mendapatkan kesempatan bermain ketika Bruno diistirahatkan dan itu sangat jarang terjadi, alhasil VdB hanya sering tampil sebagai pemain pengganti.

Ole pernah memasang VdB sebagai salah satu dari double pivot di formasinya. Sayangnya itu tidak membuat VdB memperlihatkan permainan yang memuaskan. Seringnya ole memasang formasi 4-2-3-1 ini juga membuat keadaan makin sulit bagi VdB. Jelas formasi tersebut hanya mengandalkan satu gelandang bertipe menyerang dan slot itu sudah diisi Bruno. Andai Ole mau memasang formasi 4-3-3 dengan satu gelandang bertahan dan dua gelandang yang bermain agak kedepan tentu saja itu akan menjadi hal yang menguntungkan bagi VdB. Berandai-andai jika Ole menggunakan formasi 4-3-3, VdB memang tidak akan langsung mendapatkan kesempatan bermain karena Ole kemungkinan besar akan memasang duet Pogba-Bruno sebagai dua gelandang serang. Tapi, setidaknya dengan formasi ini ketika VdB bermain ia akan bermain di posisi yang seharusnya, yaitu gelandang serang.

Ada hal lainnya yang memengaruhi permainan buruk VdB di Manchester United yaitu gaya bermain. Saya melihat VdB ini tipe pemain yang lebih suka bermain satu dua sentuhan, harus saya akui passing-passing pendek VdB sangat bisa diandalkan. Sementara Manchester United sangat jarang bermain dengan gaya permainan tersebut. Manchester United lebih sering mengandalkan kecepatan para pemain, khususnya para pemain sayapnya, dengan memanfaatkan umpan-umpan terukur dari Bruno atau Pogba.

Tak kunjung mendapatkan kesempatan bermain dan tak membaiknya performa VdB di Manchester United jelas membuat perasaan sang pemain gusar. Bagaimana tidak, Piala Dunia sebentar lagi dan jika situasi terus seperti ini ada kemungkinan VdB tidak akan dipanggil untuk bermain di Timnas Belanda nantinya. Maka pertanyaan pun datang, apakah VdB harus pergi atau bertahan untuk satu tempat di starting eleven Manchester United?

Melihat Piala Dunia 2022 akan diselenggarakan pada November tahun depan, maka VdB punya waktu kurang lebih satu tahun untuk meyakinkan Louis van Gaal (pelatih Timnas Belanda) agar namanya dipanggil untuk memperkuat timnas. Jika keadaan terus berlari-larut seperti ini, tentu saja itu akan sulit untuk VdB. Akan lebih baik memang jika VdB untuk pergi ke klub yang bisa menjamin kesempatan bermain lebih banyak, jika ia memang berharap untuk bermain di timnas nantinya. Tapi, jujur saja saya sebagai seorang penggemar Manchester United kurang setuju jika ia pergi. Saya masih melihat VdB sebagai pemain yang bagus untuk Manchester United andai ia dimanfaatkan dengan baik. Saya kadang kerap kesal pada Ole karena ia jarang memainkan VdB, lebih tepatnya saya kesal karena Ole selalu memainkan dua gelandang bertahan, bahkan ketika menghadapi tim yang secara kualitas pemain berada di bawah Manchester United. Ole seperti enggan memaksimalkan potensi VdB. Ketika VdB bermain pun ia dimainkan sebagai gelandang bertahan, jelas bukan posisi terbaiknya.

Juventus, Inter Milan, dan Barcelona kerap diberitakan tertarik pada VdB. Ketiga tim tersebut merupakan opsi yang menarik bagi VdB. Kemanapun ia akan bermain semoga ia bisa kembali ke performa terbaiknya dan jika ia memutuskan bertahan di Manchester United semoga Ole mau mencoba memakai dua gelandang serang agar peluang VdB bermain lebih banyak dan ketika ia bermain ia akan berada di posisi yang seharusnya.

Keywords: Donny van de Beek, manchester united, posisi bermain, debut goal, donny van de beek dan ezra walian, profil, cedera, berita, bio, bench, barcelona, fifa 21, transfermarkt, statistik, wiki, pes 2021