Review dan Sinopsis Film Dune: Part One (2021)

"Dune: Part One" adalah film pertama dari adaptasi novel Dune yang fenomenal. Film ini disutradarai Denis Villeneuve dan sudah dirilis tahun 2021.
Review dan Sinopsis Film Dune: Part One (2021).jpg

Trailer

 
     

Gambar

Sinopsis

Paul Atreides (Timothee Chalamet) adalah seorang putra dari pemimpin House Atreides, Leto Atreides (Oscar Isaac). House Atreides diutus oleh kaisar untuk mengelola dan memimpin Arrakis namun ternyata sesampainya disana mereka malah diserang oleh House Harkonnen. Paul kemudian harus berjuang bertahan hidup setelah penyerangan tersebut.

Review

"Dune: Part One" adalah film sci-fi arahan sutradara Denis Villeneuve dimana ia juga menjadi penulis naskah skenarionya bersama Jon Spaihts dan Eric Roth. Film ini merupakan adaptasi novel Dune karya Frank Herbert yang diterbitkan pada tahun 1965.

"Dune: Part One" merupakan produksi dari rumah produksi Warner Bros., Legendary Entertainment, dan Villeneuve Films. Film berdurasi 2 jam 35 menit ini awalnya akan dirilis pada akhir 2020, namun karena wabah pandemi COVID-19, perilisannya tertunda. Film ini kemudian melakukan penayangan perdana di Venice International Film Festival pada 3 September 2021 kemudian dirilis di Amerika Serikat pada 21 Oktober 2021 di bioskop dan juga layanan streaming HBO Max. Di Indonesia film ini dirilis pada 13 Oktober 2021. "Dune: Part One" berhasil mengumpulkan pendapatan sebanyak $398 juta dari modal produksi sekitar $165 juta.

Untuk para pemainnya ada Timothee Chalamet, Rebecca Ferguson, Oscar Isaac, Josh Brolin, Stellan Skarsgard, Dave Bautista, Stephen McKinley Henderson, Zendaya, Jason Momoa, dan masih banyak lagi.

"Dune: Part One" mendapatkan pujian karena penyutradaraan, scoring, visual, serta ambisi besarnya. The National Board of Review memasukkan film ini dalam 10 film terbaik 2021.

Film ini dari awal dibuat sepertinya untuk menjadi pembuka cerita film atau serial "Dune" selanjutnya. Tugas sebuah film pertama dari sebuah seri film selain membuka cerita dan mengenalkan kita pada karakter serta permulaan konflik yang akan datang adalah bagaimana si film pertama ini bisa menyuguhkan kita sesuatu yang menarik hingga membuat kita sebagai penonton menunggu film selanjutnya. "Dune: Part One" tidak berhasil 100% dalam hal ini, salah satunya karena plotnya yang memang lambat dan bisa saja untuk sebagian orang ini terlihat membosankan. Naskah yang ditulis Jon Spaihts, Denis Villeneuve, dan Eric Roth ini tampak kesulitan memberikan kita konflik yang seru, fokusnya seperti hanya ingin menyampaikan cerita yang akan menjadi dasar film selanjutnya. Pengembangan beberapa karakter juga terasa terlalu minim bahkan sampai kematiannya kita akan berpikir karakter tersebut tidak dimaksimalkan.

Saya belum pernah membaca novel Dune tapi katanya ini novel yang kompleks. Saya percaya itu setelah menonton film ini. Masih banyak karakter atau pihak-pihak yang hanya tampil sebentar, bahkan beberapa hanya kita tahu lewat dialog saja. Saya heran kenapa Dune tidak diadaptasi menjadi series saja, dengan durasi yang bisa lebih panjang tentu kekurangan-kekurangan dari ceritanya bisa dengan mudah ditambal, terutama pengembangan karakternya.

Sejenak saya berpikir cerita House Atreides di film ini mirip seperti House Stark di "Game of Thrones". Bedanya, kehancuran House Stark diperlihatkan perlahan dan rapi, hingga membuat momen kebangkitannya jauh terasa lebih epik. Sementara "Dune: Part One" memberikan kita durasi sekitar satu jam lebih hanya untuk melihat jatuhnya House Atreides. Sudah plotnya lambat, jatuhnya sebuah kelompok kuat di film ini juga terasa hambar.

Sebenarnya untuk sebuah film pembuka, "Dune: Part One" tidak mengecewakan karena ceritanya memang menjelaskan berbagai hal dan pastinya akan sangat berguna untuk cerita di film keduanya nanti.

Untuk akting untungnya semua pemain tampil bagus, bahkan saya menyayangkan beberapa karakter yang keburu mati padahal penampilannya sangat menarik. Pemilihan cast yang cukup bagus di film ini, setiap pemain nampak cocok dengan karakternya masing-masing.

Plot lambat yang saya bilang diatas akan benar-benar membuat saya mengantuk andai tidak tertolong oleh visual kelas atas film ini. Harus saya akui, "Dune: Part One" mungkin adalah salah satu film dengan visual yang saat ini berada di tingkatan paling tinggi di dunia. Visual tempat, kendaraan, dan tentu saja si cacing raksasanya sangat menakjubkan. Musiknya tak kalah kerennya, tak perlu membahas bagian scoring musiknya jika sudah ada nama Hans Zimmer disana, sudah pasti epik, unik, dan menggelegar.

Kekurangan lainnya dari "Dune: Part One" adalah bagian pertarungannya yang terasa monoton. Memang terlihat ada usaha menyuguhkan koreografi pertarungan yang keren disana tapi terasa nanggung. Selain itu rating usia PG-13 sepertinya membuat sang sutradara, Denis Villeneuve, terasa segan untuk menampilkan adegan berdarah. Padahal ia pernah membuat saya nyaman lewat adegan sadisnya di "Sicario".

"Dune: Part One" bukanlah film yang akan memberikan kalian kepuasan, bukan karena ini film jelek, tapi karena ceritanya ditahan untuk film-film selanjutnya. Kabarnya film keduanya akan rilis pada tahun 2023. Cukup lama, semoga penantian kita tidak sia-sia.

Rating: 7/10

Referensi:
https://m.imdb.com/
https://en.m.wikipedia.org/
https://www.rottentomatoes.com/

Keywords: Review & Ulasan Sinopsis Alur Cerita Film Dune: Part One (2021), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Full Movie Download Subtitle Bahasa Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, LK21, Pahe, HBO Max Go, Netflix, Disney Plus Hotstar