Review dan Sinopsis Film The Medium (2021)

"The Medium" akan menceritakan tentang seorang dukun yang keponakannya kerasukan sosok jahat, ia kemudian berupaya mengeluarkan sosok jahat tersebut.
Review dan Sinopsis Film The Medium (2021).jpg

Trailer

 
     

Gambar

Sinopsis

"The Medium" akan menceritakan seorang dukun yang bernama Nim (Sawanee Utoomma), ia dipercaya dirasuki oleh Dewa Bayan. Nim memiliki seorang keponakan bernama Ming (Narilya Gulmongkolpech) yang dirasuki oleh sosok misterius. Nim kemudian berusaha membantu Ming untuk lepas dari sosok misterius tersebut.

Review

"The Medium" adalah sebuah film horor dari sutradara ternama asal Thailand, Banjong Pisanthanakun. Di bagian penulisan cerita, sang sutradara dibantu oleh Chantavit Dhanasevi, Na Hong-jin, dan Siwawut Sewatanon. Film ini merupakan kerja sama rumah produksi GDH 559 dari Thailand dan Showbox dari Korea Selatan.

Film berdurasi 2 jam 10 menit ini melakukan penayangan perdana di Bucheon International Fantastic Film Festival pada 11 Juli 2021. "The Medium" menjadi perwakilan Thailand untuk kategori Best International Feature Film pada ajang Academy Awards, namun tidak berhasil terpilih sebagai nominasi. Film ini mendapatkan rating 6,7/10 di IMDb, sementara di Rotten Tomatoes mendapatkan 76% dari 21 ulasan.

Film yang mendapatkan rating usia D17+ di Indonesia ini dibintangi oleh Narilya Gulmongkolpech, Sawanee Utoomma, Sirani Yankittikan, Yasaka Chaisorn, dan Boonsong Nakphoo.

"The Medium" adalah sebuah film mockumentary, yaitu sebuah film yang disajikan layaknya film dokumenter namun kejadian dan karakter di film tersebut hanyalah fiksi, berbeda dengan dokumenter yang non-fiksi.

Film horor satu ini mengangkat cerita tentang perdukunan di Thailand. Jujur saja saya tidak banyak menonton film horor dari Thailand. Mungkin cuma satu yaitu "Pee Mak" namun itu pun hanya sekilas karena saya menontonnya hanya sebentar di salah satu stasiun televisi Indonesia. Lagi pula "Pee Mak" kalau tidak salah lebih condong ke horor-komedi, bukan tipe horor dengan pembawaan yang serius.

Bukan bermaksud rasis, tapi entah mangapa bahasa Thailand di telinga saya terdengar lucu. Saat menonton sepak bola dengan komentator berbahasa Thailand bawaannya pengen ketawa. Makanya, film-film komedi dari Thailand yang pernah saya tonton selalu berhasil membuat saya tertawa, karena mendengar dialognya saja sudah lucu. Saya sebenarnya khawatir disini dialog bahasa Thailand akan mengganggu bagi saya, mengingat ini bukan komedi tapi horor yang serius. Nyatanya, tidak sama sekali, saya berhasil mengabaikan efek lucu dari dialog Thailandnya di film ini.

"The Medium" mungkin bukan tipe tontonan yang disukai setiap orang, terutama untuk kalian yang tidak sabaran. Film ini tampil dengan tempo yang pelan di awal, durasi awal hanya diisi wawancara dengan beberapa karakter. Beberapa orang bisa saja bosan, bagaimana dengan saya? Apakah saya merasa bosan? Jawabannya tidak sama sekali. Salah satu faktornya adalah ciamiknya sinematografi film ini dalam menangkap berbagai scene lingkungan di Thailand yang akan terasa dekat untuk kita orang Indonesia. Selain sinematografi, penjelasan konsep cerita soal dukun serta dewa yang merasuki si dukun secara turun temurun cukup bisa saya nikmati. Hal ini membuat paruh pertama film yang lambat rasanya tidak menjadi masalah bagi saya.

Setelah bagian lambat karena penjelasan ini-itu, kalian akan disuguhkan salah satu sajian kengerian terbaik dari film horor di tahun 2021. Momen dimana para kru meletakkan kamera untuk merekam aktivitas Ming saat malam hari adalah momen terbaik dan paling menakutkan di film ini. Narilya Gulmongkolpech tampil sangat baik di bagian ini meskipun saya sempat agak kurang nyaman dengan penampilannya yang kaku di awal. Penampilan solid Narilya tak lepas dari kontribusi bagian make up yang membuat dirinya yang awalnya nampak anggun jadi sangat menyeramkan.

Adegan ritual pengusiran roh jahat di akhir memang cukup seru, sayangnya ending film ini sudah bisa ditebak setelah salah satu momen di ritual tersebut. Hal ini untungnya tidak mengganggu tingkat keseraman dan kengerian film ini, kalian akan tetap dibuat tegang sampai akhir walaupun kalian sudah punya prediksi bagaimana akhirnya.

Berbicara soal akting, semua cast disini tampil meyakinkan. Kredit khusus untuk Sawanee Utoomma sebagai Nim, sang dukun yang (merasa) dirasuki Dewa Bayan.

Tak perlu diberi tahu kalau ini film mockumentary pun saya rasa kebanyakan orang akan tahu ini fiksi. Sayangnya hal ini terlalu mencolok, ada beberapa scene yang nampaknya membuat kesan dokumenter film ini berkurang. Dramatisasi yang berlebihan sudah jelas membuat orang-orang tahu ini mockumentary. Tapi ya kalau tidak dramatis mana bisa bikin tegang. Memang ini adalah yang terbaik menjelang akhir film, melupakan jati dirinya untuk terlihat sebagai film dokumenter dan mulai memberikan kengerian khas film-film found footage.

Musik disini bukan tipe yang menggelegar, hanya muncul sesekali yang sampai mengagetkan karena berbarengan dengan jumpa scare. Jump scare di film ini memang ada yang terkesan murahan ada juga yang berhasil membuat kaget.

Banjong Pisanthanakun semakin menjelaskan kalau dirinya adalah sutradara terbaik dari Negeri Gajah Putih bagi saya pribadi. Film romance terbaik yang pernah saya tonton sampai detik ini yaitu "One Day" juga datang dari sang sutradara kelahiran 11 September 1979 tersebut. Kita tunggu karya terbaik lainnya dari dia, semoga kualitasnya tetap di level yang sama.

Rating: 8/10

Referensi:
https://m.imdb.com/
https://en.m.wikipedia.org/
https://www.rottentomatoes.com/

Keywords: Review & Ulasan Sinopsis Alur Cerita Film The Medium (2021), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Full Movie Download Subtitle Bahasa Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, LK21, Pahe, HBO Max Go, Netflix, Disney Plus Hotstar