Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Review dan Sinopsis Film 27 Steps of May (2019)

Review dan Sinopsis Film 27 Steps of May (2019).jpg

Trailer

Gambar


Sinopsis

May mengalami tragedi memilukan dalam hidupnya dimana saat berusia 14 tahun ia menerima pelecehan seksual ketika Kerusahan Mei 1998. Karena trauma akan kejadian tersebut, May mengurung dirinya di dalam kamar dan tak berbicara sepatah kata pun pada ayahnya selama 8 tahun. Sementara sang ayah melampiaskan emosinya karena gagal menjaga May dengan bertinju. Sampai suatu ketika, dinding kamar May berlubang dan mempertemukan May dengan seorang pesulap.

Review

Perhatian, review mungkin mengandung spoiler!

"27 Steps of May" adalah sebuah film drama dari Indonesia yang diarahkan oleh sutradara Ravi L. Bharwani. Ravi sendiri adalah seorang sutradara yang merupakan lulusan dari Institut Kesenian Jakarta. Sementara di bagian penulisnya ada nama Rayya Makarim.

Untuk para pemainnya ada Raihaanun sebagai May, Lukman Sardi sebagai Ayah May, Ario Bayu sebagai pesulap, Verdi Solaiman sebagai kurir, dan masih banyak lagi.

"27 Steps of May" memiliki durasi 1 jam 52 menit dan diproduksi oleh Green Glow Pictures serta Go-Studio. Film ini dirilis secara komersial di Indonesia pada 27 April 2019 setelah terlebih dulu sempat ditayangkan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 28 November 2018. Selain di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, film ini juga tayang di Bengaluru International Film Festival (Biffes), Mar Sharm El Sheikh Asian Film Festival (SAFF), dan Cambodia International Film Festival (CIFF).

Di IMDb, sampai saat postingan ini ditulis, "27 Steps of May" mendapatkan rating 8,1/10 dari sekitar 460 penilaian. Ini tergolong rating yang tinggi. Sebenarnya tak heran film dengan rating usia 17+ ini bisa mendapatkan penilaian yang baik karena nyatanya film ini memang mendapatkan banyak pujian bahkan mampu masuk di sembilan nominasi pada pagelaran Festival Film Indonesia 2019. Sayangnya, dari sembilan nominasi itu, "27 Steps of May" hanya berhasil menang di satu kategori yaitu kategori aktris terbaik untuk Raihaanun. Meskipun begitu, masuk di sembilan nominasi pada salah satu ajang penghargaan perfilman tertinggi di Indonesia adalah sebuah prestasi yang luar biasa.

Cerita di "27 Steps of May" tidak terlalu detail, jadi mungkin kalian akan punya pertanyaan tentang ini dan itu ketika menonton film ini. Salah satunya adalah nama karakternya. Hanya May yang disebutkan nama karakternya disini, bahkan ayah May dan sang pesulap tidak disebutkan namanya. Bagi saya ini bukanlah kekurangan, saya tidak mempersalahkan hal ini. Setidaknya film ini mampu membuat saya menghiraukan hal tersebut karena terlalu fokus ke hal lain ketika menontonnya.

Kalian juga mungkin bertanya-tanya, apakah mungkin seorang korban pemerkosaan bisa mengalami trauma sampai bertahun-tahun. Jujur saya tidak tahu karena tidak pernah bertemu dengan korban pelecehan seksual manapun. Tapi, di awal karakter May ini sempat diperlihatkan sangat polos, jadi wajar saja ketika mengalami hal mengerikan tersebut ia tak bisa sembuh dari rasa traumanya, bahkan setelah bertahun-tahun. Ini hal kecil yang membantu kita sedikit memahami karakter May dan agar kita memaklumi traumanya yang berkepanjangan.

Saya bilang diatas kalau film ini tidak memberikan banyak detail tentang ceritanya, salah satu alasannya adalah minimnya dialog di film ini. May dan ayahnya berhasil memberikan kesan 'dingin' yang luar biasa. Kalian bisa dengan mudah mengambil kesimpulan bahwa hubungan mereka tidak baik-baik saja.

Saya harus bilang "27 Steps of May" bukan tipe film yang bisa dinikmati semua orang. "27 Steps of May" memang memiliki pace yang lambat dan tidak akan disukai kebanyakan orang, setidaknya kebanyakan orang yang saya kenal tidak akan menyukai film seperti ini. Di beberapa adegan pergerakan kameranya sangat lambat, kadang bisa menyoroti sesuatu dengan durasi yang agak lama, saya tidak tahu apakah ada makna tertentu dari adegan-adegan tersebut. Sepertinya memang ada, entah mengapa saya rasa begitu, hanya saya saja yang tidak berhasil menangkapnya. Adegan pergerakan kamera yang lambat tersebut sebenarnya cukup estetik sih, jadi bagi saya itu justru sebuah kelebihan.

Selain itu dialog minim juga bisa menjadi hal membosankan lainnya. Untuk kalian yang biasa menonton film yang menjelaskan sesuatu harus selalu melalui dialog seperti sinetron, "27 Steps of May" jelas tidak akan memberikan kalian kenyamanan. Pembawaan cerita "27 Steps of May" ini lebih keren meskipun tidak lewat dialog yang banyak.

Sekarang kita berbicara tentang si pesulap. Si pesulap ini benar-benar menjadi misteri di film "27 Steps of May". Pertanyaan yang akan muncul saat atau setelah menonton film ini adalah apakah si pesulap itu nyata atau tidak? Memang bisa saja ia hanya imajinasi May sebagai bentuk self-healing, namun ada adegan dimana ayah May mengetahui ada si pesulap di kamar May dan bahkan sampai memukulnya. Ini bisa mematahkan opini tersebut, namun dilain sisi bisa juga menguatkan. Jika memang si pesulap nyata dan ayah May tahu keberadaan pesulap, kenapa ayah May tidak menindaklanjuti keberadaan si pesulap. Untuk seorang ayah yang putrinya korban pemerkosaan lalu tiba-tiba menemukan pria asing di kamar putrinya, jelas tindakan ayah May tidak masuk di akal dengan tidak menelusuri si pesulap tersebut. Berbicara soal eksistensi si pesulap, lalu bagaimana ending film ini? Bagaimana nasib May dan si pesulap? Ending-nya memperlihatkan nasib May, meskipun tidak secara detail tapi pasti kalian sudah bisa mengambil kesimpulan dari adegan penutup tersebut untuk karakter May. Sementara si pesulap tetap menjadi pertanyaan.

Dua pemain utamanya yaitu Raihaanun dan Lukman Sardi benar-benar sukses memperlihatkan keluarga yang bermasalah. Raihaanun disini berhasil memberikan gambaran mengerikan bagaimana seorang perempuan yang terus menerus merasa trauma atas kejadian yang pernah menimpanya dulu. Ini adalah penampilan terbaik Raihaanun mengimbangi penampilannya di "Lovely Man". Pun begitu dengan Lukman Sardi yang juga sangat piawai memerankan karakter ayah yang merasa gagal menjaga putrinya, mencoba untuk tetap kuat di hadapan putrinya namun sebenarnya ia sama terlukanya seperti putrinya. Keduanya bukanlah pemain amatiran di perfilman Indonesia.

Disamping mereka berdua ada nama Ario Bayu yang memerankan karakter pesulap. Penampilan Ario Bayu tak kalah pentingnya bagi film ini untuk membuatnya terasa lebih hidup.

Sayangnya musik tak bermain terlalu dalam disini. Saya mengharapkan musik yang bisa membuat kita sebagai penonton terbawa depresi dan trauma dari karakter-karakter di film ini. Film ini memang tergolong cukup sunyi, bukan hanya karena minim doalog tapi karena musik latarnya juga terkesan hening.

Overall, "27 Steps of May" adalah sebuah film dengan pembawaan yang unik. Dialognya minim serta ceritanya yang tidak terlalu detail tidak menjadi masalah, justru menjadi sesuatu hal yang menarik disini. Kualitas akting para pemainnya membuat film ini semakin berhasil menyampaikan tentang rasa trauma yang mendalam.

Rating: 8/10

Untuk kalian yang suka menonton film di ponsel smartphone, tentu kalian membutuhkan earphone/headset dengan kualitas yang mamadai agar pengalaman menonton kalian semakin maksimal. Cek link di bawah ini untuk melihat rekomendasi earphone/headset terbaik dengan harga yang murah!
- Rekomendasi Headset/Earphone Terbaik & Termurah Untuk Ponsel

Referensi:
https://m.imdb.com/
https://id.m.wikipedia.org/

Keywords: Review & Ulasan Sinopsis Alur Cerita Film 27 Steps of May (2019), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Full Movie Download Subtitle Bahasa Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, LK21, Pahe, HBO Max Go, Netflix, Disney Plus Hotstar

Posting Komentar untuk "Review dan Sinopsis Film 27 Steps of May (2019)"

close