Review dan Sinopsis Film El Camino: A Breaking Bad Movie (2019)

"El Camino: A Breaking Bad Movie" adalah film sekuel dari series "Breaking Bad" yang akan menjadi penutup kisah karakter Jesse Pinkman.
Review dan Sinopsis Film El Camino: A Breaking Bad Movie (2019).jpg

Trailer

Gambar


Sinopsis

"El Camino: A Breaking Bad Movie" menceritakan nasib Jesse Pinkman setelah di selamatkan oleh Walter White di episode terakhir "Breaking Bad". Pinkman kini menjadi salah satu buronan paling dicari pihak kepolisian.

Review

Perhatian, review mungkin mengandung spoiler!

"El Camino: A Breaking Bad Movie" (selanjutnya akan saya sebut "El Camino" saja) adalah film yang merupakan sekuel dari series "Breaking Bad". Vince Gilligan berada di kursi sutradara dan bagian penulisan untuk film ini, ia adalah creator dari "Breaking Bad". Gilligan adalah peraih empat Primetime Emmy Awards, enam Writers Guild of America Awards, dan dua Critics' Choice Television Awards.

Untuk para pemainnya ada Aaron Paul, Jesse Plemons, Krysten Ritter, Charles Baker, Matt Jones, Scott Shepherd, Scott MacArthur, Tom Bower, Kevin Rankin, Larry Hankin, dan Robert Forster. Untuk Forster, ini adalah film terakhirnya, karena hari perilisan film ini bertepatan dengan kematiannya. Fakta unik terkait Forster ini, di film ini ia memerankan seorang pemilik toko alat penyedot debu, ternyata dulu Forster pernah menjadi sales alat penyedot debu.

Jika kalian bertanya-tanya apakah Bryan Cranston pemeran dari Walter White ada di film ini, jawabannya iya, dia memang muncul. Tak hanya Cranston, Jonathan Banks yang memerankan Mike Ehrmantraut juga muncul. Tapi, tentu saja adegan mereka tidak banyak, hanya sebatas flashback saja.

"El Camino" dirilis secara digital di Netflix dan secara terbatas di beberapa bioskop pada 11 Oktober 2019 kemudian ditayangkan di saluran televisi AMC pada 16 Februari 2020. Dalam satu minggu perilisannya, Netflix mengungkapkan bahwa "El Camino" sudah ditonton oleh kurang lebih 25 juta orang.

Selain "El Camino", tontonan lainnya yang berkaitan dengan "Breaking Bad" yaitu "Better Call Saul" dengan format series sudah lebih dulu dirilis sebagai prekuel. Gilligan mengakui kalau film "El Camino" ini tak akan dibuat jika "Better Call Saul" tidak sukses, untunglah "Better Call Saul" mendapatkan penilaian yang baik layaknya pendahulunya. Bahkan sebenarnya awalnya "El Camino" akan dibuat dalam format film pendek dengan durasi 15-20 menit.

Judul untuk film ini awalnya adalah "63" yang mereferensikan episode ke-63 dari "Breaking Bad".

Produksi film "El Camino" ini juga cukup tertutup. Beberapa pemerannya juga tidak diberitahu kalau film ini ada kaitannya dengan "Breaking Bad" dan beberapa yang sudah tahu berjanji untuk tidak memberitahukan teman atau keluarganya mereka sedang syuting film apa.

Para kritikus memuji film ini khususnya untuk akting Paul dan Plemons serta penyutradaraan Gilligan. Di IMDb sendiri film ini mendapatkan rating 7,3/10 dari sekitar 222 ribu ulasan. Sementara di Rotten Tomatoes mendapatkan rating 91% dengan certified fresh dari 129 ulasan.

Di akhir "Breaking Bad" kita melihat Walter White terbaring di lantai dengan bersimbah darah, asumsi kita semua saat itu pastilah ia mati. Meskipun begitu mungkin ada sebagian orang yang punya anggapan berbeda. Lewat film ini, dipastikan si Heisenberg benar-benar mati lewat adegan berita di televisi.

Ending untuk Jesse inilah yang masih sangat menggantung. Lantas apakah film ini berhasil memberikan penutupan yang baik untuk sang karakter?

Ending untuk Jesse bisa dibilang akan disukai mayoritas penonton Breaking Bad. Meskipun agak janggal menurut saya, Walter yang juga menggunakan jasa 'Pembersih Debu' tidak segampang itu untuk lolos dan menikmati hidupnya. Lantas bagaimana Jesse menjalaninya, jika pun ia mampu mendapatkan identitas baru dan bisa bersosialisasi di tempat barunya, apakah itu benar-benar aman, mengingat ia adalah orang yang paling dicari oleh penegak hukum.

Menariknya, naskah awal untuk ending karakter Jesse ini tidak demikian. Gilligan awalnya akan memutuskan di-ending Jesse akan ditangkap polisi di perbatasan Kanada. Namun, pacar Gilligan yaitu Holly Rice mengatakan padanya kalau membuat akhir cerita Jesse dipenjara bukanlah sebuah konklusi yang akan disukai penggemar, mengingat apa yang sudah dilalui karakter ini. Jese Pinkman diawal memang sudah menjadi karakter yang nyentrik dan ikonik namun tidak mengundang simpati penonton padanya, barulah di musim-musim terakhir plot cerita "Breaking Bad" mulai membuat penonton 'jatuh cinta' pada karakter ini dengan segala penderitaan dan kehilangan yang ia alami. Pada akhirnya, meskipun ada sedikit kejanggalan untuk ending "El Camino", tapi itu adalah ending yang paling pas untuk mengakhiri kisah sang karakter Jesse Pinkman.

Untuk plot secara keseluruhan masih bisa sangat dinikmati. Tidak banyak adegan menegangkan tapi untuk penonton "Breaking Bad" rasanya akan menikmati setiap detik di film ini yang memberikan kesan nostalgia. Itu tak terlepas dari gaya penyutradaraan Gilligan yang menurut saya masih memberikan vibes khas Breaking Bad. Tak lupa beberapa adegan kilas balik yang menampilkan Walter serta Mike akan sangat berkesan bagi penikmati "Breaking Bad". "El Camino" sukses menjadi tontonan pembawa nostalgia. Saya sendiri menonton "Breaking Bad" saat masih SMA, ketika waktu itu saya masih punya waktu untuk maraton sebuah series, menyelesaikan satu musim hanya dalam jangka waktu tiga hari. Sekarang tentu saya tidak bisa melakukannya.

Ada adegan kilas balik Jesse mengobrol dengan Mike di pinggir sebuah sungai, tahukah kalian kalau itu adalah tempat adegan kematian Mike. Sementara untuk adegan Walter dan Jesse terjadi di sebuah restoran atau tempat makan, sebuah momen yang terasa hangat dengan topik pembicaraan yang cukup jarang terdengar di "Breaking Bad" ketika mereka berbicara.

Akting Aaron Paul benar-benar berhasil membuat kita semakin bersimpati dengan karakter Jesse Pinkman. Bagaimana ia menunjukkan penampilan depresi sang karakter dan pelariannya dengan harapan memperbaiki hidupnya yang sudah kacau akan membuat kita sedikit iba. Jesse disini menunjukkan karakterisasi yang jauh berbeda dari awal-awal kemunculannya di "Breaking Bad" dulu. Pengembangan karakternya yang panjang berhasil ditutup lewat penampilan apik Paul di film ini.

Penampilan menarik lainnya datang dari Jesse Plemons sebagai Todd Alquist. Sayangnya perubahan fisiknya agak cukup mengganggu disini. Badan Plemons yang sekarang lebih besar memang membuat kita kurang nyaman melihatnya, padahal dulu tubuh karakter Todd tidak seperti itu, apalagi karakter Todd ini munculnya di adegan flashback, jadi agak mengganggu saja.

Untuk kalian yang mengharapkan sekuel untuk film ini sebaiknya hentikan harapan kalian, Paul sendiri sudah mengungkapkan tidak ada sekuel untuk film ini dan film ini benar-benar menjadi akhir dari cerita Jesse Pinkman.

Overall, "El Camino" adalah sebuah film yang berhasil menutup kisah karakter Jesse Pinkman, sedikit kejanggalan bagi saya bisa dimaklumi karen ending-nya yang menurut saya cukup adil bagi sang karakter. Gaya penyutradaraan Gilligan, vibes "Breaking Bad" yang dibawanya, serta penampilan sekilas dari Heisenberg dan Mike membuat "El Camino" memberikan kita kesan nostalgia, bagi yang menonton "Breaking Bad" dulu. Keberhasil performa para pemainnya, meskipun tidak banyak yang bisa dibilang spesial, tapi mampu membuat kualitas film ini setidaknya tidak menurun.

Rating: 7/10

Untuk kalian yang suka menonton film di ponsel smartphone, tentu kalian membutuhkan earphone/headset dengan kualitas yang mamadai agar pengalaman menonton kalian semakin maksimal. Cek link di bawah ini untuk melihat rekomendasi earphone/headset terbaik dengan harga yang murah!
- Rekomendasi Headset/Earphone Terbaik & Termurah Untuk Ponsel

Referensi:
https://www.rottentomatoes.com/
https://en.m.wikipedia.org/
https://m.imdb.com/

Keywords: Review & Ulasan Sinopsis Alur Cerita Film El Camino: A Breaking Bad Movie (2019), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Full Movie Download Subtitle Bahasa Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, LK21, Pahe, HBO Max Go, Netflix, Disney Plus Hotstar