Teori-Teori Soal Kecelakaan di Segitiga Bermuda

Berikut adalah teori-teori di Segitiga Bermuda yang menjadi penyebab banyaknya kecelakaan disana, dari mulai teori ilmiah sampai yang teori misterius.
Teori-Teori Soal Kecelakaan di Segitiga Bermuda.jpg

Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) dikenal sebagai wilayah lautan paling angker karena banyaknya kecelakan kapal laut maupun pesawat disana. Kebanyakan tidak bisa dijelaskan penyebab kecelakaannya, itulah kenapa perairan ini begitu menakutkan dan memunculkan banyak teori dari yang ilmiah sampai yang berdasarkan legenda.

Segitiga Bermuda adalah sebuah wilayah di lautan Samudera Atlantik, sudut-sudut dari segitiganya adalah Miami di Florida, Puerto Riko, dan Pulau Bermuda. Segitiga Bermuda bukanlah nama resmi wilayah tersebut, namanya muncul karena ulah para penulis saat itu. Salah satunya adalah Vincent Gaddis yang menulis artikel berjudul "The Deadly Bermuda Triangle" di majalah Argosy, dalam artikel itu ia menyebut kalau kecelakaan Flight 19 adalah satu dari sekian banyak kecelakaan aneh di daerah tersebut, daerah yang sekarang kita kenal sebagai Segitiga Bermuda. Luas Segitiga Bermuda sendiri bervariasi tergantung si penulisnya, luasnya dipercaya 1,3 juta km² sampai 3,9 juta km².

Beberapa kecelakaan terkenal di Segitiga Bermuda adalah Flight 19 dan USS Cyclops. Selama kurang lebih 1 abad 600 orang dilaporkan hilang dan tewas di perairan yang kerap juga disebut Segitiga Setan (Devil's Triangle) itu. Beberapa teori pun mencuat karena sebagian kasus menemui jalan buntu untuk mengungkap penyebab kecelakaannya, berikut beberapa teori terkait kecelakaan-kecelakaan yang terjadi di wilayah Segitiga Bermuda:

Hal-Hal Misterius

Ini memang teori yang sukar dipercaya namun paling banyak disukai dan mungkin menjadi faktor kenapa kengerian wilayah ini bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Orang-orang percaya di Segitiga Bermuda ada beberapa hal yang misterius. Apa yang misterius itu?

Atlantis, Ya, kisah peradaban Atlantis begitu fenomenal, berbagai film sudah banyak yang mengangkat tema peradaban yang dipercaya hilang ke dasar laut ini. Kabarnya Atlantis berada di perairan Segitiga Bermuda, ini tak lepas dari penemuan Bimini Road yakni sebuah formasi bebatuan seperti jalan setapak di lepas Pulau Bimini di Bahama. Meskipun peradaban ini ada di zaman dulu namun kabarnya teknologi mereka setara atau bahkan lebih canggih dari teknologi yang ada saat ini. Teknologi itulah yang dipercaya masih ada di Atlantis di Segitiga Bermuda yang bisa membuat kecelakaan pesawat dan kapal.

Selanjutnya adalah kerajaan jin yang juga kabarnya ada di dasar laut di Segitiga Bermuda. Bahkan, Dajjal juga kabarnya akan muncul dari tempat ini suatu hari nanti. Agak ngaco sih ya teori ini...

Teori lainnya terkait monster laut. Salah satu monster laut yang paling sering disunggung adalah megalodon, sejenis hiu dengan ukuran raksasa yang telah hidup sejak zaman dinosaurus. Makhluk ini dinyatakan sudah punah namun sebagian orang berpendapat kalau makhluk ini masih ada dan berkeliaran di perairan Segitiga Bermuda.

Alien, makhluk luar angkasa ini memang masih terus diperdebatkan sampai sekarang. Eksistensinya masih simpang siur, apakah benar-benar ada atau sebatas mitos. Segitiga Bermuda kabarnya adalah tempat pangkalan UFO/piring terbang yang sering dipakai alien. Mereka tidak mau diusik manusia karena itulah pesawat atau kapal yang melintas kerap kali hilang secara tiba-tiba, mungkin diserang oleh alien.

Terakhir, lorong waktu. Lorong waktu adalah sebuah pintu, lorong atau semacamnya yang dipercaya bisa membuat waktu menjadi tidak jelas. Orang yang masuk lorong waktu bisa menuju masa lalu atau masa depan, bisa juga waktu membeku dimana diwaktu normal kita menganggap orang tersebut sudah hilang selama bertahun-tahun namun bagi orang tersebut baru beberapa hari, jam, menit atau bahkan detik yang berarti bagi dirinya ia merasa tidak hilang, tapi masih berlayar seperti biasa.

Human Error

Salah satu penyebab yang paling masuk akal dan mungkin dipercayai banyak orang adalah human error alias kelalaian manusia itu sendiri seperti tidak cermat dalam menentukan kemampuan kapal hingga kelebihan muatan. Kecelakaan-kecelakaan di Segitiga Bermuda kabarnya hanya dibesar-besarkan karena jumlah kecelakaan di tempat ini tak jauh berbeda dengan kecelakaan di wilayah lainnya, bahkan sebenarnya wilayah ini cukup ramai dilalui kapal maupun pesawat. Laut Cina Selatan dan Hindia Timur, Mediterania timur, Laut Hitam, Laut Utara, dan Kepulauan Inggris juga memiliki kasus kecelakaan yang tak kalah banyak, bahkan menurut laporan WWF, itu merupakan laut-laut paling berbahaya di dunia dengan jumlah kecelakaan kapal kargo terbesar dalam 15 tahun terakhir. Jadi, apakah lautan ini biasa saja atau ada sesuatu yang lebih 'besar' yang tersembunyi disana?

Kompas yang Rusak

Di wilayah ini kompas sering tidak berfungsi secara semestinya, ada sebuah anomali magnetik di daerah tersebut. Seperti yang terjadi pada Columbus, sekitar tahun 1492, ketika dirinya akan mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika. Columbus sempat menyaksikan fenomena aneh di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu begitu baik.

Memang kompas pada kawasan tertentu tidak bisa berfungsi dengan baik, contohnya seperti di daerah pegunungan Gurun Gobi, kompas standar tidak dapat menunjuk ke utara. Hal ini ternyata juga berlaku untuk kawasan Segitiga Bermuda. Karena itulah, navigasi kapal maupun pesawat jadi tidak jelas dan bisa menyebabkan kecelakaan.

The Gulf Stream

Gulf Stream adalah arus aliran utama laut yang membentang dari Teluk Meksiko ke Atlantik Utara melalui Selat Florida, seperti sebuah sungai dalam laut. Arus aliran ini mengalir dengan kecepatan mencapai 2,5 meter per detik. Sehingga baik kapal laut maupun pesawat yang jatuh/melakukan pendaratan darurat dapat terbawa arus berkilometer jauhnya. Ini mungkin penjelasan untuk kasus-kasus kecelakaan dimana puing-puing kapal maupun para korban tidak pernah ditemukan.

Cuaca Ekstrem

Cuaca di Segitiga Bermuda sangatlah ekstrem dan tidak mudah ditebak. Cuaca Tropis di Segitiga Bermuda setiap tahunnya dapat menjadi sangat berbahaya dimana udara hangat dan udara dingin bertemu menyebabkan badai yang mengerikan, maka Segitiga Bermuda bukanlah tempat yang dapat dianggap remeh baik untuk kapal ataupun pesawat. Badai kategori apapun yang terjadi di sini dapat menyebabkan kapal-kapal yang berlayar hancur dan pesawat yang terbang terseret masuk ke pusat badai dan tenggelam ke kedalaman laut.

Gas Metana

Teori ini muncul karena banyaknya gas metana yang ditemukan di dasar perairan Segitiga Bermuda ini. Berdasarkan penelitian, gelembung gas metana dapat mengurangi kepadatan air sehingga mengurangi daya apung kapal. Inilah yang menyebabkan kapal dapat tiba-tiba tenggelam.

Namun, tidak sedikit yang menentang teori ini, dikarenakan kadar gas metana di Segitiga Bermuda tidak sebanyak di wilayah perairan yang lain, dan juga kadarnya tidak berisiko untuk menenggelamkan sebuah kapal.

Awan Pembunuh

Para peneliti menemukan bahwa terdapat 'awan pembunuh' yang berbentuk heksagonal. Awan ini dijuluki demikian karena pola cuaca yang dihasilkan oleh awan ini adalah cuaca buruk yang berbahaya. Awan ini mampu menciptakan angin mengerikan dengan kecepatan mencapai 170 mil per jam. 'Awan pembunuh' diduga menjadi penyebab utama hilangnya pesawat dan kapal yang melintasi kawasan segitiga Bermuda.

Batu Pemecah

Sebuah tim peneliti menggunakan pemetaan sonar untuk membuat gambar bagian dasar laut yang diselimuti misteri ini selama berabad-abad. Pemetaan sonar dilakukan dengan memetakan gelombang suara ke dalam dasar laut dalam bentuk gambar dari bawah permukaan.

Menggunakan teknik ini, tim peneliti berhasil mengungkapkan fakta terbaru bahwa Bermuda sebenarnya adalah puncak gunung laut yang sangat besar. Tinggi gunung itu adalah 4.000 meter dan menancap di tengah Samudra Atlantik.

Diperkirakan gunung itu terbentuk setelah letusan vulkanik terjadi pada fase awal munculnya Atlantik. Seiring waktu, gunung itu terus tumbuh membesar sampai menjulang tinggi di atas permukaan laut.

Ketika gunung itu punah 30 juta tahun yang lalu, angin dan hujan mengikisnya hingga menjadi dataran tinggi yang datar. Dan pada saat permukaan air laut naik mengikuti Zaman Es, sisa dataran tinggi itu membentuk sebuah pulau kecil diatas sebuah gunung laut yang terisolasi yang sekarang disebut Bermuda.

Pemetaan sonar juga menunjukkan, Bermuda sekarang dikelilingi oleh terumbu karang yang telah berevolusi menjadi senjata mematikan. Terumbu karang itu telah berkembang menjadi breaker atau batu pemecah. Breaker ini terbentuk oleh akumulasi alga dan cangkang jutaan moluska kecil yang telah membatu.

Secara bersama-sama, formasi terumbu karang itu membentuk struktur batu kapur besar yang bisa tumbuh hingga 12 meter dari dasar laut. Batu kapur itu terkadang muncul di permukaan saat ketinggian air laut dalam posisi rendah.

Breaker ini lebih keras dan kadang lebih tajam dari batu karang yang mengelilinginya. Begitu keras dan tajamnya, breaker bisa melubangi lambung kapal dan menyebabkannya tenggelam dalam waktu singkat.

Struan Smith, dari museum sejarah alam di Bermuda, mengatakan, "Breaker terlihat jelas ketika ada gelombang saat terjadi badai. Namun breaker ini lebih berbahaya pada saat cuaca tenang karena hampir tak terlihat sama sekali." Itulah teori-teori terkait kecelakaan di Segitiga Bermuda. Kalian lebih memilih mempercayai yang mana? Teori ilmiah atau teori tentang hal-hal misterius semacam monster laut, Atlantis, dan alien?

Referensi:
www.wikipedia.org
www.idntimes.com
www.today.line.me
www.kapanlagi.com
www.dream.co.id
www.vice.com
www.quipper.com

Keywords: Misteri Segitiga Bermuda, Teori, Informasi Lengkap, Fakta Unik, Trivia, Kisah, Cerita, Horor, Hantu, Kasus Kecelakaan, Wikipedia Bahasa Indonesia