Review dan Sinopsis Film Lucy (2014)

"Lucy" adalah sebuah film action dengan visual-visual metaforik yang membuatnya beda dari yang lain, soal bagus jeleknya itu tergantung perspektif.
Review dan Sinopsis Film Lucy (2014).jpg

Trailer

Gambar


Sinopsis

"Lucy" menceritakan seorang perempuan bernama Lucy yang mampu menggunakan kapasitas otaknya lebih banyak dari manusia normal setelah sebuah jenis narkoba masuk ke dalam tubuhnya. Kini Lucy mampu melakukan hal-hal di luar logika manusia biasa.

Review

"Lucy" adalah sebuah film sci-fi, thriller, action yang disutradarai dan ceritanya ditulis oleh Luc Besson. Ada juga Virginie Besson-Silla sebagai produser dan Marc Shmuger sebagai eksekutif produser. Sementara untuk para pemainnya ada Scarlett Johansson, Morgan Freeman, Choi Min-sik, Amr Waked, Julian Rhind-Tutt, Pilou Asbæk, Analeigh Tipton, dan Nicolas Phongpheth.

Film yang diproduksi oleh EuropaCorp ini dirilis pada 25 Juli 2014 dan berhasil meriah kesuksesan dari segi komersial. Dari biaya sekitar $40 juta, film dengan durasi 1 jam 29 menit ini meraih pendapatan dari seluruh dunia sekitar $463 juta, lebih dari sebelas kali lipat biaya pembuatannya.

Film ini mendapatkan pujian untuk visual serta performa Scarlett Johansson, meskipun begitu sebagian lainnya mengkritik plotnya yang tidak masuk akal apalagi soal mitos 10% penggunaan kemampuan otak. Di IMDb, "Lucy" mendapatkan rating 6,4/10 dari sekitar 484 ribu ulasan. Di Metacritic mendapatkan 61 Metascore daru 45 ulasan. Sementara di Rotten Tomatoes mendapatkan 67% Tomatometer daru 239 ulasan. Melihat dari rating di berbagai situs tersebut, "Lucy" tidak begitu mengecewakan. "Lucy" juga menjadi nominasi di Saturn Award pada kategori Best Action/Adventure Film.

Naskah "Lucy" ini kabarnya membutuhkan waktu sembilan tahun untuk menyelesaikannya. Meskipun begitu, plot di "Lucy" tidak bisa dibilang bagus-bagus amat. Plotnya terasa terlalu kencang dan terasa lompat-lompat. Kita benar-benar disuguhkan seabreg kejadian dalam waktu yang singkat, belum lagi visual-visual metaforik yang coba dibawa film ini. "Lucy" memang terlalu berambisi untuk menyuguhkan sebuah fiksi ilmiah yang mewah dan mind blowing lewat visual metaforiknya, sayang bagi sebagian orang itu bisa sangat mengganggu. Pada akhirnya film ini tidak terlalu berhasil mencapai tingkatan film-film yang menjadi inspirasinya.

Untuk kalian yang sering melihat video-video meme di internet, pasti pernah melihat sebuah adegan dimana ada seorang pria yang bertanya tentang bagaimana jadinya jika manusia berhasil menggunakan sampai 100% kapasitas otaknya, karena kabarnya manusia hanya menggunakan 10% kapasitas otaknya. Setelah adegan itu biasanya disambung dengan hal-hal nyeleneh yang dilakukan manusia. Ya, adegan itu berasal dari film ini. Pembahasan soal manusia yang hanya menggunakan 10% kapasitas otaknya jadi unsur ilmiah yang coba dibawa film ini, sayangnya hal tersebut sudah sering dibantah oleh para ahli.

Sebelum Scarlett Johansson terpilih untuk memerankan Lucy, nama Milla Jovovich sebenarnya adalah yang lebih dulu terpilih untuk memerankan peran ini namun batal karena terkendala kehamilannya saat itu. Pada akhirnya pergantian pemain ini bukanlah suatu masalah, Scarlett Johansson berhasil memainkan Lucy dengan baik. Bukan penampilan terbaik Scarlett Johansson tapi tetap saja penampilannya disini harus diberikan apresiasi. Sayangnya dengan plot yang cepat membuat karakterisasinya terhambat, tidak ada keinginan untuk mengeksplorasi karakter Lucy ini lebih jauh. Karakter Lucy ini hanya dijadikan 'tumbal' untuk memuluskan plot manusia yang mampu menggunakan 100% kemampuan otaknya. Memang dari awal naskahnya tidak mencoba mendekatkan kita pada tiap karakter di film ini, bahkan Lucy yang merupakan karakter utamanya sekalipun. Mengingat ending-nya Lucy menghilang menjadi sesuatu yang membuat kita mind blowing, seharusnya ada upaya lebih untuk pendekatan karakternya agar kita sedikit merasakan perasaan emosional saat momen Lucy menghilang tersebut.

Keunggulan "Lucy" bisa dibilang ada di segi visual yang meledak-ledak dalam artian memasukkan banyak hal-hal diluar konteks plot utamanya. Seperti yang saya bilang diatas, film ini penuh dengan visual-visual metaforik yang butuh pemahaman lebih, untuk saya yang tidak mau ambil pusing dan hanya fokus ke plot utamanya, saya mengabaikannya. Meskipun begitu bagian ini bisa jadi kelebihan maupun kekurangan, tergantung perspektif masing-masing.

Overall, "Lucy" mencoba untuk tidak menjadi film action mainstream lewat visual-visual yang diluar konteks plot utamanya. Pada akhirnya akan ada yang nyaman dan tidak dengan hal tersebut, untunglah unsur aksi dan akting di film ini masih sangat bisa dinikmati kebanyakan orang.

Rating: 8/10

Untuk kalian yang suka menonton film di ponsel smartphone kalian, tentu kalian membutuhkan earphone/headset dengan kualitas yang mamadai agar pengalaman menonton kalian semakin maksimal. Cek link di bawah ini untuk melihat rekomendasi earphone/headset terbaik dengan harga yang murah!
- Rekomendasi Headset/Earphone Terbaik & Termurah Untuk Ponsel

Referensi:
https://review.insekuy.com/
https://www.rottentomatoes.com/
https://en.m.wikipedia.org/
https://m.imdb.com/

Keywords: Review & Ulasan Sinopsis Alur Cerita Film Lucy (2014), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Full Movie Download Subtitle Bahasa Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, LK21, Pahe, HBO Max Go, Netflix, Disney Plus Hotstar