Room (2015), Kisah Mengharukan Ibu dan Anak yang Dikurung

Room (2015), Kisah Mengharukan Ibu dan Anak.jpg

"Room" adalah sebuah film bergenre drama dan thriller yang diarahkan oleh Lenny Abrahamson dengan naskah yang ditulis oleh Emma Donoghue berdasarkan novel berjudul sama keluaran tahun 2010 yang juga ditulis Emma. Film ini dibintangi Brie Larson, Jacob Tremblay, Joan Allen, William H. Macy, Sean Bridgers, Tom McCamus, Amanda Brugel, Joe Pingue, Cas Anvar dan Wendy Crewson.

"Room" bisa dibilang sukses dari segi pendapatan maupun ulasan. Film berdurasi 118 menit ini berhasil mengumpulkan total sekitar $35 juta dari seluruh dunia dengan perkiraan biaya produksi $13 juta. Di IMDb, "Room" mendapatkan rating 8,1/10 dan 86 di Metacritic sementara di Rotten Tomatoes mendapatkan rating 93%.

Film ini diproduksi oleh Element Pictures, Film 4, FilmNation Entertainment, No Trace Camping, Ontario Media Development Corporation (OMDC), Screen Ireland dan Telefilm Canada. Sementara untuk distributornya dipegang oleh A24. "Room" dirilis di Amerika Serikat pada 22 Januari 2016, sementara di Indonesia pada 1 Maret 2016.

"Room" berhasil masuk dalam empat nominasi di Academy Awards 2016 yakni Best Performance by an Actress in a Leading Role, Best Motion Picture of the Year, Best Achievement in Directing dan Best Writing, Adapted Screenplay. Namun, "Room" hanya menang dalam kategori Best Performance by an Actress in a Leading Role untuk Brie Larson. Selain di Academy Awards, Brie Larson juga berhasil menjadi aktris terbaik di ajang Golden Globe dan BAFTA Awards. "Room" menjadi film pertama yang didistribusikan oleh A24 yang masuk dalam nominasi Best Motion Picture of the Year di Academy Awards.

Sinopsis: Terkurung selama 7 tahun di sebuah ruangan, seorang ibu bernama Joy dan anaknya yang bernama Jack akhirnya bisa keluar dari ruangan tersebut. Si anak akhirnya mulai melihat dunia untuk pertama kalinya.

Review No Spoiler!

"Room" mengangkat sebuah cerita yang sebenarnya bisa dibilang kelam dan depresif. Seorang remaja diculik lalu dikurung selama tujuh tahun dan selama itu pula ia diperkosa oleh si penculik hingga melahirkan seorang anak laki-laki di ruangan tempatnya dikurung tersebut. Di film, si anak sudah berusia lima tahun.

Apa yang membuat film ini tidak terlihat kejam bahkan justru memberikan kesan hangat adalah karena film mencoba mengambil perspektif dari si anak yang tidak tahu apa-apa. Si anak yang bernama Jack hanya diberikan informasi seperlunya saja oleh ibunya, Ma (Joy biasa dipanggil Ma oleh Jack). scene-scene narasi oleh Jack yang polos berhasil memberikan kecerahan dibalik kelamnya cerita film ini. Kepolosannya menjelaskan sesuatu sangat natural. Jika narasi tersebut dibacakan oleh orang dewasa tentu kita akan merasa jijik tapi karena Jack yang membacakannya dengan suara imutnya maka semuanya terdengar indah dan imajinatif. Bukan cuma saat narasi saja tapi dialog yang diucapkan Jack juga menarik.

Film ini juga tak berlama-lama dalam bercerita, plotnya hanya menyoroti hal-hal yang penting saja untuk menekankan emosi antara Ma dan Jack. Mungkin bukan spoiler lagi ya kalau saya bilang mereka berdua akhirnya bisa keluar ruangan tempat mereka dikurung. Setelah mereka keluar, permainan emosinya semakin menjadi-jadi. Saya mengira Jack lah yang akan bermasalah setelah keluar dari kurungan tersebut, namun ternyata Joy yang lebih tertekan, justru Jack yang kembali memberikan harapan pada Joy untuk tetap menjalani hidup.

Film ini tidak akan terlihat sebagus ini jika bukan karena akting luar biasa dari dua pemain utamanya, Brie Larson sebagai Joy dan Jacob Tremblay sebagai Jack. Larson berhasil memainkan karakter dengan emosi yang diaduk tersebut dengan sangat baik, apalagi setelah cerita mereka berdua keluar dari kurungan. Pun begitu Tremblay yang tak kalah baiknya dalam mengimbangi Larson. Aktingnya sebagai bocah polos yang baru pertama kali melihat dunia di usia lima tahun berhasil ia mainkan dengan sangat baik, bahkan dalam memegang makanannya pun ia benar-benar menunjukkan bahwa ia seperti dari dunia lain. Tremblay memenangkan kategori Best Young Actor di ajang Critics Choice Awards 2016 berkat perannya sebagai Jack.

Kabarnya untuk mendalami perannya sebagai Joy, Larson sampai mengisolasi diri di rumahnya selama sebulan tanpa ponsel dan internet serta mengikuti diet ketat. Awalnya, Larson merasa akan baik-baik saja karena ia menganggap dirinya adalah seorang introvert dan berdiam diri di rumah bukan hal sulit baginya, bahkan ia menganggapnya sebagai liburan. Namun, menjelang minggu terakhir ia menjadi sangat tertekan dan menangis setiap hari.

Dengan akting memukau dan perspektif seorang anak kecil, tema cerita yang kelam ini disulap menjadi sangat menyejukkan dan menghangatkan. Apalagi di bagian akhir, saya seperti ikut merasa lega setelah Joy dan Jack melepaskan semuanya, meninggalkan kenangan kelamnya bersama ruangan yang dulu mengurung mereka.

Baca juga: Forrest Gump (1994), Kisah Hidup Seorang Manusia Bodoh yang Berhasil

Overall, "Room" menyuguhkan sebuah tontonan yang menyenangkan dan terasa penuh kasih sayang walaupun ceritanya sebenarnya lumayan berat dan jauh dari kata indah. Akting dua pemain utamanya memberikan kualitas pada film ini.

Nilai: 8/10

Sumber gambar:
www.imdb.com

Keywords: Review & Ulasan Film Room (2015), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Sinopsis, Full Movie Download Subtitle Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Streaming

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Room (2015), Kisah Mengharukan Ibu dan Anak yang Dikurung"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel