Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

The Wave (2015), Kisah Tsunami Besar di Norwegia

The Wave, Kisah Tsunami Besar di Norwegia.jpg

"The Wave" adalah sebuah film bencana asal Norwegia yang disutradarai oleh Roar Uthaug, sementara di jajaran penulis naskahnya ada John Kare Raake dan Harald Rosenlow-Eeg. Film ini ditayangkan pertama kali di Norwegia pada Haugesund Film Festival tanggal 16 Agustus 2015 kemudian resmi dirilis secara komersial di negara tersebut pada 28 Agustus 2015. Di Indonesia sendiri film ini dirilis pada 30 Desember 2015.

"The Wave" menjadi wakil Norwegia di Academy Awards untuk kategori Best Foreign Language Film namun gagal masuk nominasi. Sementara di ajang Amanda Awards 2016 dari 6 kategori dimana mereka berhasil menjadi nominasi, film ini berhasil menang di 3 kategori yakni Best Sound Design untuk Christian Schaanning, Best Visual Effects untuk Lars Erik Hansen dan Best Film.

"The Wave" menjadi film bertemakan bencana pertama yang dibuat di Norwegia dan Skandinavia. Film ini juga menjadi film dengan pendapatan tertinggi di Norwegia pada tahun 2015. Pada pekan pertamanya saja, film ini berhasil menjual sebanyak 141.000 tiket, menjadi ketiga terbanyak sepanjang sejarah perfilman Norwegia.

Sinopsis: Meskipun sudah diantisipasi namun saat sebuah gunung di daerah Geiranger di Norwegia mengalami longsor besar dan menyebabkan tsunami setinggi 85 meter tak ada yang benar-benar siap untuk itu. Salah satu yang terjebak di situasi tersebut adalah seorang ahli geologi bernama Kristian Eikjord (Kristoffer Joner) bersama keluarganya.

Review No Spoiler!

Meskipun "The Wave" bukan berdasarkan kisah nyata namun runtuhnya gunung dalam film ini diperkirakan akan terjadi cepat atau lambat dan kemungkinan warga Geiranger hanya memiliki 10 menit sampai gelombang tsunami menghantam tempat mereka, Geiranger di film ini bukan tempat fiksi, tempat ini benar-benar ada di dunia nyata. Suatu hari nanti kejadian di film ini akan benar-benar terjadi, kita harap saat itu terjadi semua orang sudah siap hingga kita tak perlu melihat adanya korban jiwa.

Sebenarnya, kejadian seperti di film "The Wave" ini pernah terjadi meskipun lokasinya bukan di tempat yang menjadi latar film ini. Pada 7 April 1934, sebuah tsunami setinggi 62 meter terjadi di Norwegia karena runtuhan sebuah gunung, menyapu bersih dua desa dan membunuh puluhan orang.

Film ini sebenarnya cukup seru saat sajian utamanya dihidangkan, sebuah bencana tsunami yang meratakan sebuah kota. Sayangnya, sebelum menuju kesana kita terlebih dulu harus melahap plot biasa yang dilama-lama. Akan ada satu orang yang sudah memprediksikan bencana ini namun yang lainnya malah menganggapnya sebagai lelucon, sebuah cara yang klise untuk pembuka sebuah film bencana atau kita juga sering menjumpainya di film-film monster.

Sajian lainnya yang harus selalu ada di film-film bencana adalah drama, seringnya drama keluarga, termasuk di film ini. Lagi-lagi bagi saya aspek ini terasa kurang maksimal, bahkan durasi kurang lebih 40 menit sebelum sang gelombang datang tak mampu membuat dramanya lebih berasa. Selain drama, unsur survival juga kerap jadi hal yang bisa membuat film-film bencana terlihat lebih istimewa. Lagi dan lagi, disini survival-nya tidak sesuai ekspektasi saya.

Intinya, untuk keseluruhan cerita saya kurang bisa menikmati film produksi Fantefilm ini.

Untuk para pemain di film ini ada Kristoffer Joner sebagai Kristian Eikjord, Ane Dahl Torp sebagai Idun Eikjord, Jonas Hoff Oftebro sebagai Sondre Eikjord, Edith Haagenrud-Sande sebagai Julia Eikjord, Thomas Bo Larsen sebagai Phillip Poulsen, Mette Horn sebagai Maria Poulsen, Fridtjov Sahiem sebagai Arvid Ovrebo, Herman Bernhoft sebagai Georg, Arthur Berning sebagai Jacob Vikra, Silje Breivik sebagai Anna, Laila Goody sebagai Margot Valldal dan Eili Harboe sebagai Vibeke. Saya tak melihat kekurangan berarti pada akting para pemainnya. Saya tidak menyalahkan mereka untuk tidak berasa drama keluarga yang ada di film ini, bagi saya ada bagian lain yang membuat drama film ini kurang berasa dan membuat bagian akhirnya terasa hampa walaupun sudah berusaha mendramatisir sedemikian rupa.

Joner disini bahkan harus diberikan apresiasi. Ia berlatih keras agar bisa menahan napas selama tiga menit di dalam air untuk adegan akhir film ini. Ya, tidak ada pemeran pengganti di film berdurasi 105 menit ini.

Yang patut dipuji dari "The Wave" adalah visualisasi bencana tsunaminya yang bisa dibilang memuaskan jika mengingat ini bukan film yang berasal dari Hollywood. Konon katanya, produksi film ini membutuhkan 40 ribu liter air setiap harinya agar adegan bencananya terlihat nyata. Syukurlah, semuanya tak sia-sia, terbayarkan dengan visual keren dan mengerikan melihat gelombang setinggi 85 meter yang siap menghantam.

Selain visualisasi bencananya yang tampak nyata, pemandangan-pemandangan di film ini juga tak kalah memanjakan mata, tentu saja memberikan kesan berbeda dibanding menyaksikan bencananya.

Ada hal menarik terkait perilisan film ini di Indonesia. Bekerjasama dengan Kedutaan Besar Norwegia di Indonesia, seluruh hasil penjualan tiket "The Wave" di Indonesia disumbangkan ke Borneo Orangutan Survival Foundation untuk penanaman kembali hutan di Kalimantan yang terbakar dan pembangunan tempat konservasi orang utan di Kalimantan Tengah.

Baca juga: The 33 (2015), Kisah Perjuangan Bertahan Hidup di Bawah Tanah

Overall, "The Wave" tidak menyuguhkan sesuatu hal yang luar biasa dari segi cerita. Kelemahan plot dan dramanya yang tak terasa membuat keseluruhan cerita film ini kurang memikat dan tak memberikan sesuatu yang baru. Meskipun begitu, visualisasi keren dan totalitas para pemainnya harus tetap diberikan apresiasi, apalagi soal visualisasi yang mana film-film non-Hollywood kerap dianggap lemah dalam aspek yang satu ini.

Nilai: 6/10

Untuk kalian yang suka menonton film di ponsel smartphone, tentu kalian membutuhkan earphone/headset dengan kualitas yang mamadai agar pengalaman menonton kalian semakin maksimal. Cek link di bawah ini untuk melihat rekomendasi earphone/headset terbaik dengan harga yang murah!
- Rekomendasi Headset/Earphone Terbaik & Termurah Untuk Ponsel

Referensi:
www.imdb.com
www.wikipedia.org
www.rottentomatoes.com
www.celebrity.okezone.com

Sumber gambar:
www.imdb.com

Keywords: Review & Ulasan Film The Wave (2015), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Sinopsis, Full Movie Download Subtitle Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Streaming, Trailer, lk21, netflix

Posting Komentar untuk "The Wave (2015), Kisah Tsunami Besar di Norwegia"