Stand By Me Doraemon (2014), Sajian Nostalgia Kisah Doraemon

"Stand By Me Doraemon" akan menceritakan awal kisah Doraemon bertemu Nobita sampai pada akhirnya Doraemon harus pergi karena misinya telah selesai.
Stand By Me Doraemon (2014), Sajian Nostalgia Kisah Doraemon.jpg

"Stand By Me Doraemon" adalah salah satu film dari Waralaba kartun legendaris, "Doraemon". Film animasi ini disutradarai oleh Ryuichi Yagi dan Takashi Yamazaki.

"Stand By Me Doraemon" yang memiliki biaya produksi sebesar $35 juta ini berhasil mengumpulkan pendapatan sekitar $183 juta dari seluruh dunia, menjadikannya film dengan pendapatan terbesar dari franchise "Doraemon". Film ini menjadi pemuncak di box office Jepang selama lima pekan berturut-turut dan menjadi film animasi kedua terlaris di Jepang, di bawah "Frozen". Film berdurasi 1 jam 35 menit ini juga berhasil menjadi Best Animation Film di ajang penghargaan Awards of the Japanese Academy 2015.

Sinopsis: Menceritakan kisah awal mula kedatangan Doraemon di kehidupan Nobita sampai membantu Nobita mendapatkan kebahagian hingga akhirnya Doraemon harus pergi dari kehidupan Nobita.

Review No Spoiler!

Saya memutuskan untuk memposting review film "Stand By Me Doraemon" karena saya baru saja menonton "Stand By Me Doraemon 2", jadi sebelum me-review film keduanya mari kita bahas film pertamanya.

Saya masih ingat dulu film ini sempat heboh karena disebut-sebut sebagai film terakhir Doraemon sekaligus akan memperlihatkan perpisahan Doraemon dan Nobita. Faktanya itu tidak benar, ini bukan film terakhir Doraemon sementara untuk perpisahannya saya rasa kalian harus menonton filmnya.

Cerita "Stand By Me Doraemon" sebenarnya adalah gabungan cerita-cerita pendek dari volume 1-6 manganya yang ditulis sendiri oleh sang kreatornya, Fujiko F. Fujio. Jadi tak heran kalau cerita di film ini seperti pernah kalian tonton atau baca di episode serial animasinya atau di manganya. Untuk saya pribadi, ada beberapa bagian cerita di film ini yang pernah saya baca di komiknya. Apakah ini menjadikan "Stand By Me Doraemon" terasa usang dan tidak menyuguhkan sesuatu yang baru? Tentu saja tidak, dari awal "Stand By Me Doraemon" tidaklah bertujuan memberikan cerita baru dari kisah si robot kucing dari masa depan ini. "Stand By Me Doraemon" meskipun menggunakan cerita-cerita yang sudah ada namun semuanya tersusun rapi menjadi sebuah satu kesatuan cerita yang terasa nyaman diikuti.

Plot film ini sebenarnya terasa begitu cepat, bahkan jika dipikir-pikir lagi, momen mengharukan di film ini tidak akan terasa jika ini bukan "Doraemon". Bayangkan ini kartun baru, bukanlah "Doraemon", pasti momen mengharukannya tidak akan terasa, tapi karena ini "Doraemon", sebuah kartun legendaris yang menemani masa-masa kecil kita, cukup beberapa cerita sederhana untuk pengembangan karakternya dan DUARRR!, berikan bumbu mengharukan di akhir maka tak ada alasan untuk air mata ini tidak keluar. Saya mengerti kenapa film ini mengambil cerita-cerita pendek dari manganya dulu alih-alih menggunakan cerita baru, penggunaan cerita tersebut adalah hal sederhana namun berperan besar dalam membangun nuansa nostalgia khususnya untuk orang-orang yang masa kecilnya ditemani tontonan "Doraemon".

Baca juga: Kartun-Kartun Terbaik yang Pernah Tayang di Televisi Indonesia

Momen menguras air mata di "Stand By Me Doraemon" memang ada dan saya yakin ini tak bisa terelakkan untuk kebanyakan orang. Film ini berhasil memainkan emosi kita dengan sangat baik. Sayangnya, untuk saya ending-nya kurang memuaskan, andaikan dibiarkan begitu adanya dengan unsur sad yang masih terasa, jelas bagi saya pribadi itu akan lebih berkesan. Tapi, ya ini tergantung pendapat masing-masing, saya lebih suka ending yang agak sedih seperti itu.

Seperti biasa, film-film animasi seperti ini pasti menyelipkan pesan-pesan moral yang simpel namun kena. Persahabatan adalah poin utamanya, film ini mencoba memberikan pesan-pesan sederhana terkait hal tersebut tapi juga tidak terlalu berlebihan.

Penjelajahan waktu di "Doraemon" adalah yang paling lemah dan tidak layak didiskusikan. Agak bingung juga bagaimana konsep penjelajahan waktu di "Doraemon", nikmati saja ceritanya jangan terlalu diambil pusing masalah mesin waktunya.

Hal yang akan membuat "Stand By Me Doraemon" terasa fresh adalah visualnya yang sudah menggunakan 3D. Saya awalnya ragu dengan visual yang seperti ini, takutnya menghilangkan kesan nostalgianya karena "Doraemon" yang biasa kita tonton di TV dulu memiliki tampilan 2D. Namun, ternyata itu bukan masalah, tampilan seperti ini justru berhasil menjadi nilai plus bagi film animasi ini. Karakter-karakter di "Stand By Me Doraemon" jadi terlihat lebih menggemaskan dan lucu, untuk anak-anak dijamin suka visual yang seperti ini. Tampilan 3D ini juga mendukung humor-humor slapstick yang disajikan "Stand By Me Doraemon". Meskipun animasi 3D di film ini memang belum segokil animasi dari Pixar atau Disney tapi setidaknya fungsinya sudah tersalurkan dengan sempurna.

Baca juga: Your Name (2016), Animasi Romance Terbaik dari Jepang

Overall, "Stand By Me Doraemon" adalah sajian nostalgia untuk orang yang pernah menonton serial animasinya dulu di televisi. Penggabungan cerita-cerita pendek dari pengarang aslinya adalah sebuah keputusan yang tepat, karena semuanya tersusun rapi dan nyaman ditonton. Kualitas animasi 3D-nya menambah nilai film ini, contoh sebuah modernisasi yang diterapkan dengan sangat baik.

Nilai: 8/10

Keywords: Review & Ulasan Film Stand By Me Doraemon (2014), Informasi Lengkap, Daftar Pemain Kru, Fakta Unik, Trivia, Penghargaan, Sinopsis, Full Movie Download Subtitle Indonesia, Bluray, Mp4, Mkv, Avi, DVDRip, HD, IMDb, Wikipedia, Rotten Tomatoes, Review, Ulasan, Rating, Nilai, Plot, Sub Indo, Nonton Online Streaming, Trailer, Cerita